Kalau kamu hanya menjadikanku halte untuk singgah, aku tak apa
Kalau kamu hanya menjadikanku persembunyian sementaramu, aku terima
Kalau kamu hanya anggap aku tempat ceritamu, ya aku tak masalah
Sudah biasa, dan aku sudah kuat, semoga
Tapi kalau kamu menganggapku sebagai rumahmu dan tempat kembalimu, ya sudah tentu aku mau dan aku terima
Lha rejeki masa' mau ditolak, kan bodoh itu namanya
Penyair Gadungan
Datang dan pergi sesukamu Bagai jelangkung yang tak pernah diundang Hadirmu selalu mengganggu Bagai parasit yang menempel pada inang Wujudmu pun menjijikkan Bagai lendir hidup yang siap memangsa tiba-tiba
Menggelayut jumawa diantara langit-langitKau datang lalu mengganggu Sebelum kemudian, pergi dan meninggalkan sisa Tapi kau adalah peringatan dari alam Bahwa aku tidak baik baik saja Terima kasih, ingus
-Lubang Hidung, Setelah Pilek
Aku membencimu Sungguh aku sangat membencimu Dengan mudahnya kau lakukan itu semua Seakan tak berdosa setelahnya Bagaimana aku tak membencimu Semudah itu kau membuatku terjatuh Mengempas jauh dalam dekapmu Melahirkan sebuah kata bernama nyaman Bagaimana aku tak membencimu Bila akhirnya semua sederhanamu Bahkan hanya sebuah senyum kecil Bisa membuatku menginginkanmu Sungguh aku membencimu Dan semua cara-cara sok sederhanamu Yang harus bertanggung jawab Karena membuatku mencintaimu Maaf jika aku membencimu Tapi kau yang memintanya Bahkan jika nanti kau pergi Aku akan benar-benar membencimu Mengapa semudah itu kau datang disetiap diamku Membuyarkan semua lamunan indahku Meskipun beberapa memang tentang kau Tapi, gengsi lah jika kau tahu Tatapan teduhmu sudah meronakan wajahku Asal kau tahu saja ya Jika aku membencimu, karena aku yakin Benci lahir dari rahim cinta -Penjahat Kecil
Dear Penikung Hebat,
Percaya deh, kalau sekarang belum waktunya...
Suatu hari kau akan menemukan pusat semestamu sendiri.
Tak perlu iri, apalagi usik kanan kiri.
Salam,
Korban Kecelakaan
Banyak orang yang menemuiku dan mengejek karena aku sendiri. Aku memang sendiri, tak punya pasangan. Tapi, apa kemudian karena itu kalian menghinaku? Sehina itukah para single yang sedang berusaha menata masa depan dihadapan kalian? Tapi tak apa, biarlah aku hina dihadapan kalian. Aku sendiri bukan karena nasib, tetapi karena prinsip. Bagiku, masa depan dan mimpi-mimpi yang belum tercapai lebih penting daripada sekedar urusan hati.
Bagiku, cita-cita dan mimpi diatas segalanya. Termasuk urusan remeh macam cinta. Masih banyak mimpi yang belum terwujud, masih ada cita-cita dan asa yang belum kuraih. Dan aku tak ingin masa mudaku terbuang sia-sia karena cinta. Aku masih ingin berpetualang lebih jauh lagi, tanpa ada yang membatasi dan menghalangi. Aku ingin menjejakkan kakiku diberbagai belahan dunia. Aku ingin menghabiskan masa mudaku dengan keringat perjuangan, bukan dengan nyerinya patah hati. Terlalu banyak yang ingin kuraih.
Bukan berarti aku malas membuka hati, aku memang pernah kecewa karena tersakiti. Tapi masa depan dan mimpi adalah hal terpenting dalam hidup ini. Lagipula, untuk apa pacaran? Bersenang-senang, lalu sakit hati? Tanpa ada niat untuk bersama suatu hari nanti dalam sebuah kalimat satu nafas yang diakhiri dengan ucapan sah dihadapan penghulu? Terima kasih, aku tak ingin menyia-nyiakan masa mudaku dengan hal-hal remeh macam itu, apalagi untuk kemudian sakit hati karenanya.
Wahai kalian yang sedang asyik memadu kasih, apakah kalian sudah siap untuk menjalani masa depan kalian? Atau malah terlena karena mabuk asmara. Percayalah, kalau kalian sudah berusaha untuk memantaskan diri, maka suatu hari nanti akan datang seseorang yang pantas mendampingimu. Karena cinta yang baik pasti datang pada masanya. Untuk itu aku tak keberatan menunggu sampai waktunya tiba. Karena kamu pantas mendapatkan apa yang kamu perjuangkan.
Saat kmu ribut sama pacar & curhat ke sahabat, pasti sahabat kasih saran yg terbaik buat kmu.. (y)
Tapi saat kmu ribut sama sahabat &
curhat ke pacar, pacar akan bilang
"udah gak usah main lagi sama dia".. >:/
======================
Saat
kmu makan sama pacar terus kmu bilang mau ngundang sahabat kmu, pacar
bilang "ngapain sih ? mereka cuma ganggu kita".. >:O
Tapi saat kmu lagi makan sama sahabat terus kmu bilang mau ngajak pacar kmu, sahabat bilang "ajak aja biar seru".. =))
======================
Saat
kmu dijauhin sahabat, pacar bilang "udah gak usah sedih masih banyak
temen yg lain, mereka gak penting pentingan juga aku!".. 8-|
Tapi saat kmu putus sama pacar kmu, sahabat bilang
"udah aku yakin kmu dapet yg lebih baik dari dia, kita gak akan tinggalin kmu".. :*
======================
Itu bukti ketulusan sahabat, walau lo sayang banget sama pacar lo, tapi jgn pernah lo meragukan kesetiaan sahabat lo ({})
7dff2d96
Hidup itu misterius.. hidup selalu penuh dengan kejutan.. hidup penuh
dengan hal tak terduga yang jauh dari apa yang kita bayangkan. Setiap
manusia pasti memiliki mimpi.. cita cita dan harapan. Tapi tak selalu
apa yang terjadi adalah sesuai keinginan dan harapan. Bahkan.. sering
kali Tuhan berkehendak lain. Tapi jangan pernah berfikir bahwa itu
karena Tuhan tidak mencintai anda. Justru karena Tuhan sangat mencintai
anda maka Tuhan memberikan apa yang anda butuhkan.. bukan yang anda
inginkan. Karena Tuhan lebih mengetahui kebutuhan hambaNya daripada
hamba itu sendiri. Dan seringkali kita tidak menyadarinya. Brsyukurlah
karena Tuhan selalu mengingat anda. Sekarang.. seberapa seringkah anda
mengingat Tuhan?? Tidak setiap saat bukan?? Mari kita berfikir sejenak
dan kembali merenung. Jangan pernah bersedih.. karena Tuhan selalu
bersama anda selama anda meminta kepadaNya. Bangkit dan tersenyumlah.
Dan yakinlah bahwa rencana Tuhan itu indah.
MERDEKA!!
29 Juli 2012
"Woi,
bangun! Udah jam berapa ini? Ntar kesorean, keburu maghrib!" Mas Yunus
bangunin gue. Udah jam Empat sore ternyata! Abis mau gimana lagi? Badan
masih lemes. Sore ini Mas Yunus mau ngajak gue Buka Bareng temen-temen
kantornya. Katanya, Bosnya lagi aqiqoh anak pertamanya. Waduh, seneng
banget tuh. Berhubung gue sebelum tidur udah mandi, makanya gue cuci
muka doang, biar kelihatan lebih fresh. Hehehe, bukannya jorok, tapi gue
kan baru tidur dua jam, masa udah bau apek, sih? Nggak mungkin lah
yauw! Udah ah, cabut dulu. Udah macet.
16.30, di sebuah tempat yang bernama "Kantor"
Gue
disuruh nungguin temen-temennya Mas Yunus di Lobi. Katanya, mau
berangkat rame-rame. Soalnya, pada nggak tau jalan, sih. Dan setelah
nunggu selama sepuluh menitan, akhirnya kita berangkat menuju kompleks
di Antapani. Wuih, nggak nyangka, ternyata banyak orang parkir di tengah
jalan! Alias kejebak macet. Hihihi. Namanya juga jam pulang kerja,
bulan puasa, lagi. Maklum, lah kalo jam segini udah pada rame. Biasanya
kan, nunggu maghrib dulu.
Sampe di pertigaan Antapani,
kita berhenti. Nungguin yang lain. Soalnya nggak ada yang tau jalan. Dan
akhirnya, sesuatu yang nggak disangka-sangka terjadi. Motornya Mas
Yunus kumat. Maklum, namanya juga motor juara. Kalo udah panas, susah
nyala.Mas Yunus bilang, namanya "Si Doel" anak gelandangan. Dan disini
gue ditumpangin ke motor yang lain. Jadi, ceritanya gue 'numpang' buka
puasa, nih. Hehehe. Huusssttt!
Nah, nyampe juga. Setelah
muter-muter komplek dan keluar lagi karena nggak ada yang tau jalan,
akhirnya kita sampe dirumah 'Boss'-nya Mas Yunus. Diawali dengan
tausiyah dan doa, buka puasa jadi makin mantap. Canda dan tawa bikin
rame malem itu. Sayangnya, gue nggak ngerti blas sama yang namanya
bahasa sunda. Apalagi, logatnya kaya air sanyo. Cepet banget. Gue jadi
keki sendiri. Huehehe.
Yeah, setelah pulang dari BuBar,
Mas Yunus ngajak gue buat muter-muter Kota Bandung. Dan yang paling gue
heran, ternyata di Bandung masih banyak Bangunan-bangunan tua
peninggalan para 'Kompeni' Belanda. Wow, What a wonderful night! Sayang,
gue cuma semalem disini. Karena gue besok udah harus ke stasiun buat
beli tiket balik. Takut nggak bisa balik ke rumah. Hehehe... Dan
afterwards, gue mau lanjut ke Sukabumi.
Ternyata, kejutan
nggak berhenti sampai disitu aja. Pas kita mau balik, Mas Yubus mampir
dulu buat beli sahur. Mungkin karena Si Doel lagi 'panas' gara-gara
dibuat muter-muter Bandung. Dan akhirnya setelah kita ber-'transaksi'
sama penjual pecel lele, terpaksa deh, kita pulang merangkak. Untung
jarak dari warung ke kos-kosan nggak nyampe 1 kilo. Bayangin aja kaya
gimana.
Kreeek! Bunyi pintu dibuka. Sepi banget! Pas gue
liat jam, ternyata udah jam sebelas malem. Wuidih, pantesan. Udah pada
mudik ke mimpi masing-masing. Yaudah, daripada gue kesiangan, nggak
sahur lagi, mending langsung tidur. Have a nice dream!
********
"Gil,
bangun! Sahur! Sahur! Sahur!" suara Mas Yunus nyangkut di alam mimpi
gue. Buset! Ganggu orang lagi tidur aje! Coba nggak bilang sahur, gue
nggak bakalan bangun!
Karena saking ngantuknya, habis sholat subuh
gue langsung bergulat sama bantal. Yang bener aja! Tau-tau bangun udah
jam SEBELAS siang!!Dengan tenaga kuda, gue mandi kilat. Yaudah, langsung
aja gue cabut ke stasiun. Buset! Panas bener!
Pas gue
nyampe stasiun, trernyata udah rame. Kaya pasar ikan aja. Yang bikin
pusing, bukan antrinya, tapi syaratnya! Beli tiket harus pake KTP, dan
nama dikarcis sama nama orangnya harus sama. Gue kan nggak punya KTP.
Yaudah, terpaksa gue pake KTP (Kartu Tanda Pelajar). Hehehe... biarin!
Yang penting ada fotonya. Ganteng, lagi! Huwek!! Akhirnya dapet juga
tiket PASUNDAN jurusan SURABAYA tanggal 27 JULI jam 6 pagi.. pagi bener!
"Mau kemana, nih? Terminal?" tanya Mas Yunus habis keluar dari stasiun.
"Yoyoi, emang mau kemana lagi?" gue jawab dengan penuh jumawa. Kaya artis tuh.
"Ya, siapa tau aja diundur jadi besok. Kan, sekarang panas"
"Ya nyari bis yang ada AC-nya lah. Sukur-sukur ada smoking room"
"Elu ngerokok? Wah bahaya nih!"
"Nggak lah! Kan bisa buat tiduran. Hehehe.. Lumayan. Adeemm!"
"Terserah elo dah!"
********
Terminal Lw. Panjang, 13.45
"Sholat disini apa disono?" tanya Mas Yunus pas kita ngelewatin musholla.
"Ntar aja deh, mas. Disono aja" gue ngeles.
"Terserah, dah. Sono, hati-hati di jalan. Salam buat yang disono"
"siip lah. Gampang itu mah. Assalamualaikumm"
"Waalaikumsalam"
Akhirnya dapet juga bis ke Sukabumi, lumayan, cuma 20.000.
Ngantuk, tidur dulu, ah.
bersambung..........
28 Juli 2012
Subuh-subuh,
udah dingin, hujan, lagi! Bikin makin semriwing aja! Sengaja gue
datang pagi-pagi, nungguin kereta jam 6. Sebenernya, gue nggak tau sih,
mau kemana. Gue sih, ngikut keretanya aja. Terbukti, kan? Keretanya ke
Jogja, gue ikutan ke Jogja. Asal ada tiket, gue siap cabut.
Lumayan
lama sih. Sat hari penuh gue duduk di kereta. Panas juga, sih
bokongnya. Sampe Lempuyangan jam setengah delapan malem. Gue baru inget,
gue punya sepupu di Jogja, cewek sih. Katanya, gue nggak bisa nginep di
kos-kosannya dia. Maklum, cewek. Daripada terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan, (digosipin) akhirnya gue diajak makan malem alias "dinner"
dengan menu spesial: "SEGO KUCING". Sembari makan malam, pas gue ditanya
mau kemana, gue bingung tuh mau jawab apaan. Akhirnya dia nyaranin gue
buat ke Bandung, ke Sepupu gue yang lainnya, yaitu Mas Yunus.Tapi, ada
satu masalah lagi, dia nggak punya nomer mas Yunus. Yaaah, terpaksa gue
pergi ke terminal dengan tangan kosong.
*********
Terminal, 21.30
Gue dianter ke terminal, karena gue mau cabut ke Jawa Barat : BANDOENK
"Gil, ntar anterin gue balik ke parikiran ya?" Sepupu gue melas. Berhubung dia cewek, gue maklumi aja.
"Iya, iya. Santai aja lah" Gue rileks.
Akhirnya
ada bis juga. Bis terakhir, sodara-sodara! jurusan Tasikmalaya. Nggak
apa-apa lah. Daripada gue terlantar di sini. Akhirnya, masalah status
gue udah selesai. Tepi, pas gue mau masuk ke bis, giliran HP gue yang
low batt. Yaa, berhubung bisnya berangkat pukul 23.00 yang artinya gue
masih ada satu jam setengah buat refueling baterai hape. Lumayan, lah,
dapet 75%.
23.00
Akhirnya bis berangkat juga. Yang
gue heran, mahal banget! Jogja-Tasik harganya Rp80.000!! Gila amat gue
bayar segitu. Tapi, berhubung gue udah naik, mau gimana lagi?
02.00, Purwokerto
Bis
yang gue tumpangin masuk terminal. Gue kirain ngapain, nggak tahunya
pada sahur semua. Gue nggak tahu. Kirain, ntar berhenti lagi, di rumah
makan. Eh, nggak tahunya keluar terminal langsung bablas ke Cilacap.
Hasilnya? Gue sahur hanya denan sebotol Aqua. Dan gue dapet nomer mas
Yunus dari facebook.
08.30, Tasikmalaya
Gue
udah sampe Tasik, karena perjalanan ke Bandung masih jauh, dan nggak ada
transportasi lain, maka gue putuskan untuk naik ELF jurusan Lw.
Panjang. Lumayan, dengan Rp10.000 gue bisa ke Bandung dengan waktu 3
jam. Waktu di Garut, ada 3 kecelakaan yang gue lihat langsung dengan
mata kepala gue sendiri, karena gue duduk didepan. Sebenernya, ada view
yang cukup menarik dibalik gunung, yaitu jalan bebas hambatan. Saking
bagusnya, gue serasa ada di Pennsylvania... hehehe.. mimpi.. kalee!!
11.37, Bandung
"Mas, gue udah nyampe Terminal" gue sms mas Yunus
"Oke, tunggu di halte. Gue mau kesana" Asiik!
"Siiiiplah!!"
Setengah jam kemudian....
"Gil, mau ngapain kesini?"tanya masYunus heran.
"Gini,
mas. Sebenernya yang ngajak kesini itu Mbak Nunin. Cuman dia kan lagi
sidang skripsi. Katanya 2 minggu lagi mau ke Bandung. Terpaksa, gue
berangkat duluan". gue jelasin panjang lebar kali tinggi.
"Ooo, gitu. Ngomong-ngomong Elo puasa nggak?" tanya mas Yunus sambil nyetir.
"Ya puasa, dong"
"Siip. Bagus kalo gitu"
Akhirnya gue sampe juga di Bumi Priangan
WELCOME TO BANDOENG....
bersambung............
26 Juli 2012
Sorry.. Curhat nie ceritanye
Malam
itu gue mau berangkat ke stasiun, mau nyegat bis, eh salah, kereta.
Kereta berangkat jam 21.30. Masalahnya jarak dari rumah ke stasiun butuh
waktu hampir satu jam, itu juga kalo nggak macet. Dann celakanya itu
udah hampir jam sembilan. Dengan terpaksa gue ngomong sama Bapak,
"Pak, bisa anterin gak, ke stasiun?"
"Bisa, nyalain mobilnya, gih" kata Bapak gue sambil tiduran.
"Pak, udah. Bapak nggak ganti?" tanya gue heran.
"Entar aja. Emang kamu udah siap?"
"Udahlah, ini udah bawa tas", jawabku jengkel. Sepuluh menit lagi udah jam sembilan, mampus gue.
"Emang keretanya berangkat jam berapa sih?" masih tiduran.
"Setengah sepuluh, Bapak!"
"Waduh, kenapa nggak bilang dari tadi? Ini jam berapa? Gimana sih kamu ini? ......bla..bla..."
Sambil pake celana gue disemprotin. Emang salah gue sih, nggak laporan dulu. hehehe... Jadi gini ceritanya.
Well,
akhirnya Bapak gue nyetir kayak Dominic Toretto (siapa ya?), nggak kenal
berhenti. Dan akhirnya, dalam 25 menit gue udah masuk stasiun. Wah,
ternyata Bapak gue punya bakat terpendam, yaitu jadi STUNTMAN.
He..he..he.. Setelah gue nyalamin Bapak gue, gue langsung lompat ke
peron. Ternyata, pas keretanya lagi dateng. SELAMEET! Nah, disini awal
dari segalanya.
###########
Kring! Kring! Kring!
"Assalamualaikum" kata suara diseberang.
"Waalaikumsalam, ada apaan,Bu?" jawab gue sambil merem melek.
"Udah sampek mana, le?" tanya Ibu.
"Udah sampek Banyuwangi, Bu" gue jawab lagi.
"Udah sahur, le?" nanya lagi rupanya.
"HAH! Sahur? Emang puasa?" gue balik nanya, kaget juga gue. Katanya nggak jadi puasa. Nah, lo!
"Iya lah. Yaudah, cepetan, sahur sono!" perintah Ibu gue.
"Mau sahur dimana? Orang masih dikereta. Lagian juga udah imsak, Bu" gue ngotot.
"Yaudah, emang nggak ada orang jualan, apa?" tanya lagi. Gue lihat sekitar. Sepi, pada tidur. Sebagian kosong.
"Sepi, mana ada orang jualan?" gue nanya balik.
"Yowes, ikut puasa yang hari Sabtu aja" kata Ibu gue dengan entengnya.
"Yaudah kalo gitu"
"Hati-hati di Bali" katanya lagi.
"Iya, santai aja, Bu"
"Yaudah, Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Oooaahmm... Masih ngantuk. Pusingjuga sih. Lagian, udah mau Subuh baru diomongin. Siapa yang mau, coba?
Akhirnya, kereta berhenti juga.
WELCOME TO BANYUWANGI.....
bersambung................
28 Agustus 2011
Hari ini, saya jadi berangkat...
Meskipun dengan modal "kepepet" dan ide "nekat" tetap saya lakukan perjalanan hari ini dengan mantap
Mungkin
kawan-kawan RF akan membunuh saya, kalau saya mau bilang, "ampun kang,
ane tadi ngambing. Gara-gara ketinggalan kereta dangan arah yang sama".
Tujuan saya begini sebenarnya cukup konyol
Saya hanya ingin merasa sendirian, jauh dari siapapun
Sekali ini saja.
Saya juga tidak tahu mengapa, tiba-tiba muncul ide gila ini.
Sebenernya sih, gara gara begadang semalaman
Mbaca novel sambil online
Sambil sesekali maen game
Mungkin saya dapet wangsit dari situ... hehe...
Ya, akhirnya saya putuskan untuk pergi ke surabaya
Tepat setelah keluarga saya berangkat ke desa untuk menjenguk saya.
Ketika ditanya, saya hanya menjawab sekenanya
Jawaban saya: "Aku cuma mau ke malang, main, paling besok pagi udah pulang."
Saya memang tidak bohong
Saya memang ke malang, untuk transit
Saya memang sedang main, karena itulah profesi saya sebagai backpacker
Dan saya memang harus pulang besok, karena sudah menjadi tradisi keluarga yang namanya sholat ied bersama-sama.
Maafkan saya, saya tidak jujur
Tapi saya tidak berbohong
Hanya "sedikit" menyembunyikan informasi
Karena itu adalah bagian dari pekerjaan saya
Mungkin, dengan membaca "sekilas" dari perincian detil saya
Kalian dapat mengerti keadaan saya
Dan dapat memaafkan saya
Setidaknya, untuk kali ini.
Dan disaat dia bernyani, tanpa disadari bulan pun mengamati, sembari menanti datangnya mentari pagi, yang kan menyinari bumi dengan semangatnya
Surabaya, 28 Agustus 2011
8 Agustus 2011
Prei...
Saiki 50 hari...
Mau ngapain? Kembali seperti dulukah? NO WAY!!!(tidak ada jalan) Liburan dirumah... Sering
Main ke Bali... Udah kemaren 5 hari...
Main sama temen? Emang ada yang mau main sama saya?
Kadang saya pernah berpikir... Apakah saya benar-benar tidak pernah dan tidak akan pernah bisa punya teman dan berteman?
Selama ini yang saya rasakan hanyalah sebatas kenal, ngobrol bareng, main bareng, ketawa bareng, ngorok bareng.
Nggak pernah ada tempat curhat, berbagi suka dan duka, konsultasi ini itu.
Selama
ini semua itu hanya saya lakukan dengan Agenda kesayangan saya. Dan
itulah satu-satunya benda berharga milik saya. Karena disitulah semua
cerita dan derita saya curahkan. Dan itu adalah kehormatan saya. Kalau
hilang, maka hancurlah diri saya.
Saya pernah bertanya... Apakah saya bisa memiliki sahabat?
Yah... Mungkin nggak sekarang... Mungkin nanti...
Hanya inilah harapan yang saya inginkan...
Semoga bisa segera terealisasikan... Dengan orang yang tepat tentunya....