‎What if in the other universe our path didn't come across? 
‎What if we never see each other? 
‎Gimana kalo seandainya nasib kita ga seperti sekarang? 
‎Hidup itu lucu ya? Gapernah bisa ditebak
‎Tiba-tiba ada hal yang bikin seneng, tiba-tiba dapet kabar duka, tiba-tiba ketemu kamu, tiba-tiba jatuh cinta, tiba-tiba patah hati juga. 
‎Kalo diinget-inget lagi, dulu pasti ga nyangka kalo hidup bakal jadi begini
‎Dan besok, lusa, kita gaakan pernah tau kedepannya bakal jadi kaya gimana
‎Yang bisa kita lakuin adalah menjalani hari ini sebaik yang kita bisa.
‎I never thought that I'd be falling in love again, apalagi sama kamu. 
‎Orang yang beneran asing, tanpa ada ikatan dengan siapapun sebelumnya. 
‎Aku ga pernah berharap kalo kita akan jadi seperti ini. 
‎Feels like I'm already trapped with you, forever. 
‎And I never regret it. 
‎Terimakasih karna sudah mau menjadi tempat pulang teraman. 
‎Terimakasih karena sudah mau menerima meski aku datang penuh luka. 
‎Terimakasih sudah hadir saat hidup terasa getir. 
‎Malam kian sepi
‎Tapi wajahmu kian riuh dalam kepalaku
‎Pagi hendak menjelang
‎Tapi senyummu kian benderang mengisi ingatanku
‎Aku adalah sepotong kanvas putih
‎Sedang kau, sayang, adalah seluruh warnanya
‎
‎Maukah kau menolongku
‎Melarikan diri dari jeratan cintamu
‎Yang perlahan mengikis kewarasanku
‎Dan membuatku semakin menggilaimu
‎
‎O puan, izinkan aku memeluk bayangmu sekali lagi saja
‎Meskipun hanya sebatas mimpi
‎

Hari ini aku punya cerita
Yang kudapat dari sekolah batin
Gurunya pengalaman
Muridnya aku

Tadi disekolah, banyak pelajaran kudapat
Yang paling berat adalah berhenti berharap
Agar aku tak tiba tiba menjadi bodoh
Lalu cepat mati karenanya

Manusia memang suka berharap
Meski tahu bahwa mereka dilukai olehnya
Dicabik oleh setiap angan yang tak pernah sampai pada realita
Hingga berkeping diluluh lantakkan nyata yang ternyata lebih perih

Awalnya aku tak mengerti mengapa begitu
Sebab baru kali ini kutaruh harap setinggi langit
Namun kemudian kusadar
Mengharapmu adalah kesiaan

Sudah, abaikan saja cerita jelek ini
Nanti kalian malah membenci harapan
Lalu menyalahkanku dan mengataiku sesat
Tapi kalau kalian suka, aku tak masalah

Terakhir, aku suka senyummu
Manis seperti gula batu
Beruntung aku tak terkena diabetes
Jadi bisa kupandangi kau lama lama

Hidup itu ternyata penuh dengan teka-teki, dan juga pelajaran. Seperti aku yang belajar untuk berani untuk kembali menjalani hidup setelah sekian lama hidup penuh ketakutan. Aku belajar bahwa kita bebas menyukai dan mengagumi siapapun, atau apapun itu, selama kita mengenal kata cukup. Aku belajar bahwa jatuh cinta ternyata banyak wujudnya, bahwa cinta bisa datang dalam bentuk apapun. 

Loving someone means that we accept them to be part of our life, our journey, for the person they are, not the person we expect them to be. Mencintai seseorang tanpa ekspektasi memang bukan hal yang mudah. Tapi mencintai seada-adanya jauh lebih seru. Karena kita tahu bahwa mereka tetaplah manusia, dengan segala kekuranganya. Mencintai seseorang dengan sadar bahwa mereka bisa melakukan kesalahan membuat kita hidup jauh dari kecewa. And we were made to complete each others. 

Ketika menerima dan melengkapi terasa lebih menenangkan daripada selalu mengkoreksi dan berdebat tentang siapa yang salah. Seperti aku  yang menemukanmu ketika hidupku sedang tidak baik-baik saja. Kau menemukanku saat aku sedang berantakan dan tidak karuan.(ini ga nyambung sih) 

‎Terimakasih untuk hal-hal yang sudah kita lakui, dan kepada semua yang akan kita segerakan. Terimakasih sudah bersedia menjadi teman seperjalanan, bercurah hati, dan juga berbagi luka. Celotehmu selalu mewarnai hariku, bahkan saat aku sedang tidak ingin mendengarkan. Terimakasih atas semua warna baru yang kau hadirkan dalam hidupku yang abu-abu. Terimakasih sudah membantuku menemukan diriku sendiri. 

‎Terimakasih karena sudah berusaha sekuat yang kamu mampu untuk memahami aku yang rumit seperti kabel telkom ini. Aku berjanji untuk tetap merepotkan dan selalu mengeluh setiap pulang kerja. 


Cuma kamu yang punya perasaan, cuma kamu yang boleh dingertiin. Cuma kamu yang penting. Perasaanku nggak penting. Aku harus bisa ngertiin kamu. Aku ga perlu dingertiin. Iya gapapa. Sakit sih, rasanya kayak ga dianggep, ga penting, dan gapunya harga diri. Tapi aku gapapa kok, udah biasa. Emang gapernah ada orang yang beneran peduli sama aku. Dimata mereka perasaanku nggak valid. Apa yang aku rasain nggak penting. Jadi, buat apa aku utarain, gitu kan? Aku selalu jadi orang yang harus selalu mikirin perasaan orang lain. 

Ketika aku bikin orang lain terluka, aku harus tanggung jawab. Ketika aku yang berantakan, aku harus benerin semuanya sendirian. Iya, sendirian. Karena orang lain nganggep aku kuat, jadi aku boleh disakiti tanpa harus ngerasa bersalah. Karena orang lain nganggep aku kuat, aku gaboleh cengeng, aku gaboleh kelihatan lemah. Aku gaboleh nunjukin perasaanku yang sebenarnya. Aku harus selalu kelihatan baik-baik saja. What have I done to deserve all of this kinda treatment? I'm already lost everything. 

Aku bahkan nggak tau harus ngapain, mauku apa, apa yang sebenarnya aku rasain. Rasanya kayak kebas. Harus mati rasa, supaya aku nggak bisa ngerasain sakit. Rasanya kayak udah hancur, berantakan, dan gatau caranya bangun ulang. Aku bener-bener sendirian. Karena aku nggak pernah benar-benar dianggep penting buat kamu, dan aku nggak penting bagi siapapun. 

Gapapa kok, kamu ga perlu minta maaf buat apapun. Aku ngerti. Kamu boleh pergi, menghilang, dan kembali sesukamu. Ini rumhamu. Kamu mau anggap aku manusia atau patung, itu terserah kamu. Aku nggak akan marah, aku nggak boleh marah. Gapapa kok, mungkin menurut kamu aku pantes diginiin. Gapapa. Kamu boleh ngapain aja sesuka hatimu.


Written By Yus. Powered by Blogger.