Prolog

/
0 Comments

Hidup itu ternyata penuh dengan teka-teki, dan juga pelajaran. Seperti aku yang belajar untuk berani untuk kembali menjalani hidup setelah sekian lama hidup penuh ketakutan. Aku belajar bahwa kita bebas menyukai dan mengagumi siapapun, atau apapun itu, selama kita mengenal kata cukup. Aku belajar bahwa jatuh cinta ternyata banyak wujudnya, bahwa cinta bisa datang dalam bentuk apapun. 

Loving someone means that we accept them to be part of our life, our journey, for the person they are, not the person we expect them to be. Mencintai seseorang tanpa ekspektasi memang bukan hal yang mudah. Tapi mencintai seada-adanya jauh lebih seru. Karena kita tahu bahwa mereka tetaplah manusia, dengan segala kekuranganya. Mencintai seseorang dengan sadar bahwa mereka bisa melakukan kesalahan membuat kita hidup jauh dari kecewa. And we were made to complete each others. 

Ketika menerima dan melengkapi terasa lebih menenangkan daripada selalu mengkoreksi dan berdebat tentang siapa yang salah. Seperti aku  yang menemukanmu ketika hidupku sedang tidak baik-baik saja. Kau menemukanku saat aku sedang berantakan dan tidak karuan.(ini ga nyambung sih) 

‎Terimakasih untuk hal-hal yang sudah kita lakui, dan kepada semua yang akan kita segerakan. Terimakasih sudah bersedia menjadi teman seperjalanan, bercurah hati, dan juga berbagi luka. Celotehmu selalu mewarnai hariku, bahkan saat aku sedang tidak ingin mendengarkan. Terimakasih atas semua warna baru yang kau hadirkan dalam hidupku yang abu-abu. Terimakasih sudah membantuku menemukan diriku sendiri. 

‎Terimakasih karena sudah berusaha sekuat yang kamu mampu untuk memahami aku yang rumit seperti kabel telkom ini. Aku berjanji untuk tetap merepotkan dan selalu mengeluh setiap pulang kerja. 




You may also like

No comments:

Written By Yus. Powered by Blogger.