Sembilan Malam

/
0 Comments
‎Malam kian sepi
‎Tapi wajahmu kian riuh dalam kepalaku
‎Pagi hendak menjelang
‎Tapi senyummu kian benderang mengisi ingatanku
‎Aku adalah sepotong kanvas putih
‎Sedang kau, sayang, adalah seluruh warnanya
‎
‎Maukah kau menolongku
‎Melarikan diri dari jeratan cintamu
‎Yang perlahan mengikis kewarasanku
‎Dan membuatku semakin menggilaimu
‎
‎O puan, izinkan aku memeluk bayangmu sekali lagi saja
‎Meskipun hanya sebatas mimpi
‎


You may also like

No comments:

Written By Yus. Powered by Blogger.