Banyak orang yang tidak dapat menempuh pendidikan 'tepat' pada waktunya, dan karena 'terlambat' itulah justru mereka enggan untuk duduk di bangku sekolah ataupun kuliah. Ada yang bilang " gengsi mas, malu sama umur. Nanti saya paling tua lagi diangkatan". "Malu juga sama senior, udah tua gini kok masih jadi junior". "Lah mas, nyari ilmu itu kan nggak mesti sekolah, apalagi kuliah". "Itu yang punya feabuk sama miksrosop nggak sarjana bisa sukses" dan "bla.. bla.. bla..". Padahal justru rasa gengsi, enggan, apalagi menyamakan diri dengan Bill Gates maupun Mark Zuckerberg (baca: tidak tahu diri) malah membuat kita kelihatan semakin bodoh. Memang, ilmu tidak harus didapat melalui pendidikan formal (baca: sekolah dan universitas), tapi disanalah kita mendapat pengetahuan pokok tentang alam, bahasa, budaya, agama, bahkan teknologi. Sisanya, baru kita kembangkan sendiri.

Dari sekian banyaknya penduduk Indonesia yang kita cintai ini, sebagian besar memang belum mampu untuk mengenyam jenjang pendidikan formal. Boro-boro kuliah, untuk sanggup lulus ditingkat SMA atau yang sederajat saja sudah untung-untungan. Akan tetapi, ada juga yang memang mampu untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tapi mereka 'malas'. Alasanya, kebanyakan sama seperti yang sudah saya sebutkan diatas. Padahal, persaingan di era global ini sudah semakin ketat. Belum lagi adanya saingan baru, yaitu masuknya TKA (tenaga kerja asing) yang menyerbu Indonesia yang cukup menghebohkan dunia kerja Tanah Air. Kalau sudah begitu, apalagi senjata kita untuk bersaing dengan para pekerja impor tersebut? Pastinya pengetahuan yang memadai, bukan?
Namun, banyak juga orang yang 'salah niat' dalam menuntut ilmu di jenjang yang lebih tinggi. Sebagian besar dari mereka (atau kita?) masuk ke universitas top dengan jurusan bergengsi hanya untuk memperoleh sebuah gelar. Nah, mari kita berfikir kembali, apalah arti sebuah gelar dan ijazah kalau ilmu yang kita dapat tidaklah sepadan dengan gelar itu sendiri. Sekolah dan kuliah bukan hanya ajang untuk meninggikan derajat dan pamer, bukan juga tempat untuk mengoleksi gelar. Tujuan sebenarnya didirikan sekolah dan universitas bukan itu, tetapi adalah tempat untuk menambah ilmu dan wawasan, serta wadah untuk bersosialisasi. Dengan siapa? Ya dengan semua yang ada di sekolah atau universitas tersebut, tentunya. Karena apa yang kita lakukan di sekolah dan kampus berpengaruh dengan kehidupan kita sehari-hari.

Pergilah ke sekolah atau kampus dengan niat untuk mendapat setetes ilmu dari Yang Maha Kuasa melalui perantara guru dan dosen. Gelar hanyalah bonus yang didapat setelah kita menimba ilmu sekian lamanya. Setelah lulus, pergunakan ilmu dengan sebaik mungkin agar bermanfaat bagi orang lain, keluarga, agama, bahkan negara. Apalah arti orang yang berilmu kalau ilmu tersebut tidak diamalkan, melainkan hanya dipendam dan dijadikan harta karun. Toh, ilmu kita tidak akan berkurang apabila kita berbagi, justru semakin bertambah. Tidak percaya? Boleh dicoba. Lagipula apabila kita mengajari seseorang sebuah kebaikan dan mengamalkannya, selama orang yang kita ajar mengamalkan ilmu tersebut, kita juga mendapat pahala setimpal. Begitu pula sebaliknya apabila kita mengajari sebuah keburukan. Hitung-hitung sebagai tabungan amal di akhirat nanti kan?

Jadi, usia bukanlah penghalang dan tidak pernah menjadi penghalang bagi siapapun untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Malu? Lebih malu dengan manusia atau malu dengan Sang Pemilik Ilmu? Ada sebuah pepatah barat yang saya jadikan modal untuk terus menuntut ilmu di jalan-Nya. "Never too old to learn". Jangan pernah merasa tua untuk belajar. Meskipun kenyataanya saya adalah mahasiswa tertua di angkatan. Selamat belajar!

Akhirnya, setelah beberapa bulan vakum dari kegiatan blogging, saya punya kesempatan lagi untuk menulis. Ini pertama kalinya saya mengulas obyek wisata. Dan saya akan mengulas keindahan pantai selatan banyuwangi. Banyak orang yang mungkin belum tahu, apa aja sih yang ada di Banyuwangi? Banyuwangi sebenarnya memiliki beragam tempat wisata yang tak kalah menarik dengan Yogyakarta, atau Bali. Di Banyuwangi ada banyak pantai, karena letak geografisnya yang berada di semenanjung Blambangan. Ada pantai Sukamade, Teluk Hijau atau yang lebih dikenal dengan Green Bay, Pulau Merah, Pantai Rajegwesi, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo dengan Pantai Plengkungnya atau G-land, Pantai Boom, Pulau Tabuhan, dan yang paling sering dikunjungi yaitu Kawah Ijen.
Hari ini saya mengunjungi Teluk Hijau atau yang lebih populer dengan istilah Green Bay. Teluk Hijau sendiri terletak di Taman Nasional Meru Betiri. Dari Banyuwangi kota saya menempuh perjalanan sekitar 74 KM selama 3 jam. Semula jalan masih mulus ketika melalui perkebunan milik PTPN (PT Perkebunan Nusantara), tapi setelah melalui kebun karet, jalan yang dilalui cukup sulit hingga tempat tujuan. Saya sarankan jika anda hendak ke Teluk Hijau, lebih baik menggunakan mobil jeep atau motor trail. Karena medan yang dilalui cukup sulit dan berlumpur. Setelah tiba di gardu pos, saya diminta untuk membeli tiket masuk TN Meru Betiri sebesar Rp 7.500,-. Dari gardu pos hingga tempat parkir, jalan semakin sempit dan berbatu. Setelah tiba di tempat parkir, jangan harap anda bisa langsung melihat hamparan pasir putih bersih dan air laut berwarna hijau. Untuk mencapai teluk hijau, anda memiliki dua opsi. Pertama, naik perahu selama 10 menit dengan biaya Rp 25.000,- saat peak season. Atau, jika anda ingin sedikit berhemat sembari menikmati pemandangan hutan yang masih asri, anda dapat memilih rute jalan kaki sejauh 2 KM. Tapi, bagi anda yang jarang berolahraga dan berjalan jauh, mungkin anda akan merasa pegal-pegal. Pastikan saat anda memilih untuk berjalan kaki, sandal atau sepatu yang anda gunakan benar-benar memiliki daya cengkram yang kuat. Karena medan yang dilalui cukup sempit dan berlumpur. Apalagi jika hari sebelumnya terguyur hujan. Bisa jadi anda tergelincir. Setelah berjalan kaki sejauh 2 KM, anda akan melihat hamparan pantai karang berbatu. Apakah saya sudah sampai di teluk hijau? Belum. Meskipun pantai batu ini tidak sama dengan teluk hijau, namun pantai ini tidak kalah indahnya dengan teluk hijau. Dijamin, setelah anda melihat hamparan batu putih bersih dan laut yang bening, capek yang anda rasakan hilang seketika. Tempat ini biasa dijadikan tempat singgah sebelum menuju teluk hijau. Tidak sedikit wisatawan yang berfoto diatas karang. Setelah puas memandang batuan putih disepanjang pantai, kini saatnya untuk berjalan kearah tebing di sebelah barat. Dibalik tebing itulah teluk hijau berada. Pasirnya yang putih dan air lautnya yang bening membuat semua orang yang ada disana enggan untuk beranjak. Disini anda dapat bermain air, berenang, atau hanya sekedar berfoto. Setelah puas bermain air, waktunya membersihkan diri di air terjun tak jauh dari pantai. Disini anda dapat menyaksikan langsung pertemuan antara air tawar dengan air laut. Apabila anda takut tenggelam, jangan khawatir, disana terdapat penyewaan ban. Harga yang dipatok sekitar Rp 5.000,- .. Apabila anda membawa bekal, jangan membuang sampah sembarangan ya. Sudah ada slogan dipapan yang terpasang ketika anda memasuki kawasan pantai, "do not leave anything but footprint, do not take anything but picture". Setelah puas bermain di pantai, waktunya untuk kembali. Jika anda memiliki fisik yang tangguh, tidak ada salahnya jika anda kembali memilih rute jalan kaki. Tapi jika anda sudah lelah, tidak ada salahnya juga mencoba mengendarai perahu sembari menikmati ombak samudra hindia dan memandangi tebing. Apabila anda lapar, ditempat parkir banyak penduduk sekitar yang membuka warung. Memang, harga yang ditawarkan lebih mahal daripada warung pada umumnya, tapi jika anda sudah kelaparan dan membawa uang saku lebih tidak ada salahnya mencoba kuliner setempat. Sekian.
Mungkin kita terlalu sibuk mencari kesalahan orang lain.. hingga kita lupa bahwa kesalahan kita sebenarnya lebih besar..

Mungkin kita terlalu sibuk dengan kekurangan orang lain.. hingga kita lupa bahwa seharusnya kitalah yang perlu banyak berkaca dan berbenah...

Mungkin kita terlalu sibuk dengan keinginan kita.. hingga kita lupa bahwa masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita...

Mungkin kita terlalu egois.. hingga kita lupa dengan hakikat kita sebagai makhluk sosial..

Mungkin kita terlalu asyik dengan gemerlap dunia maya.. hingga kita lupa dengan apa yang terjadi di dunia nyata disekitar kita...

Maybe.. those just some possibilities that probably could be happened..

Mari kita saling mengingatkan.. agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi...
Satu pohon dapat membuat jutaan batang korek api, tapi satu batang korek api juga dapat membakar jutaan pohon. Jadi, satu pikiran negatif dapat membakar semua pikiran positif. Korek api mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh karena itu setiap kali ada gesekan kecil, sang korek api langsung terbakar. Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar amarah hanya karena gesekan kecil. Ketika burung hidup, ia makan lalat. Ketika burung mati, lalat makan burung. Waktu terus berputar sepanjang zaman. Siklus kehidupan terus berlanjut. Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapa diri kita. Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita. Waktu kita sedang jaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita. Waktu kita sakit, kita baru tahu bahwa sehat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA. Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan. Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu ternyata begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia. Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA. Saling menghargai, saling membantu dan memberi, juga saling mendukung. Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa pamrih dan syarat. Believe in "Cause and Effect" Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai ... !!!









.







7dff2d96
Saat kmu ribut sama pacar & curhat ke sahabat, pasti sahabat kasih saran yg terbaik buat kmu.. (y)

Tapi saat kmu ribut sama sahabat &
curhat ke pacar, pacar akan bilang
"udah gak usah main lagi sama dia".. >:/

======================

Saat kmu makan sama pacar terus kmu bilang mau ngundang sahabat kmu, pacar bilang "ngapain sih ? mereka cuma ganggu kita".. >:O
Tapi saat kmu lagi makan sama sahabat terus kmu bilang mau ngajak pacar kmu, sahabat bilang "ajak aja biar seru".. =))


======================

Saat kmu dijauhin sahabat, pacar bilang "udah gak usah sedih masih banyak temen yg lain, mereka gak penting pentingan juga aku!".. 8-|

Tapi saat kmu putus sama pacar kmu, sahabat bilang
"udah aku yakin kmu dapet yg lebih baik dari dia, kita gak akan tinggalin kmu".. :*

======================

Itu bukti ketulusan sahabat, walau lo sayang banget sama pacar lo, tapi jgn pernah lo meragukan kesetiaan sahabat lo ({})



7dff2d96
Written By Yus. Powered by Blogger.