Lately, I often spend my spare times to overthink everything. And to end my life, I think that's a solution. I don't know how much I feel so unwanted and so unloved. And yet I don't have any support system. Where do I seek for help when I trust nobody. 

I used to be some of my friends support system and also became their best ears. But here I am, still feeling alone and so unworthy yet I still wondering if I can still pretend that egerything was fine, till I can't. My biggest fear of sharing a story is that, dare I say, no one can really keep a secret, not even your mom. It will always leak somewhere. And I bet, no one can keep everything secret better than me. Wow, how arrogant I am saying this. But, that's how reality works, at least on me. 

And to make it even worse, I am someone who can get easily offended by people's words. And that's what just happened yesterday. My dad yelled at me all day long saying that I can't even handle everything right. Then last night my girl also mad at me because I didn't pick up her 15 missed calls caused by me got overslept. Well,  all of them was really my fault and that's what makes me even feel more unworthy and yet today I got a ticket from police for missed license plate on my bike. What a beautiful weekend, ey? 

Fortunately, my sanity still handles better than my ego which stopped me from any suicide plans, again. And ended by only cutting my arms like I always do. And if you trying to get me a psychiatric, just don't bother. I just simply won't go there, they just too expensive to reach and I have no insurance policy. 

Sometimes I wonder how people can get along with their dads while I can't. So fair, eh. And how people are having their support system while I'm just sitting here alone and having nobody else to share with. Well, no matter what, in the end I will be alone. At least I'm getting my self to get used to it from now on. 

I have so many siblings and then I think, if I die, my parents won't be mourning me so bad because they still have another kids beside me. And my friends will foreget me so easily because they just don't remember me that much. 

Well I don't care how broken my english is, I'm just in a mood of writing those shitty life of mine. 
Pernah nggak sih sedih tanpa sebab? Nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada pemicunya juga. Pernah juga nggak, ngerasa worthless, ga guna makanya pengen meninggoy aja? Atau tiba-tiba ngerasa kosong dan nggak punya tujuan hidup? I do. Karena bangun dengan semangat meninggal adalah pessyenku. Maaf ya gaes kalo aku hidup penuh pesimisme dan negativity. Kayak susah aja gitu mau mikir positif. Ya bisa sih, tapi serangan negatif itu lebih banyak. 

Sering ngerasa hampa, kosong dan nggak berharga beberapa tahun terakhir. Nggak jarang juga pengen punya lahan 2x1meter sendiri (u know lah buat apa). Apalagi sejak berhenti kerja dan pulang ke rumah, rasanya kok hidup makin kesini makin ga guna. Bukannya bikin bangga malah jadi beban. Tiap malem selalu nutup mata setelah capek ngelamun dan mikir yang aneh-aneh. But mostly, pikiran itu isinya "kalo gue  gaada semuanya akan lebih baik". Tapi tiap pagi, tiap bangun tidur lihat Ibu masih senyum, bikinin energen sama mie goreng, jadi mikir lagi buat mati. Setidaknya, nggak sekarang. Sampe hari ini rasanya masih kaku buat bilang sayang, maaf dan terimakasih ke orang tua. Malu. Kayaknya aku masih belum pantes buat jadi anak mereka. Gaada yang bisa dibanggain dari diri sendiri juga. Alasanku masih mau bangun tiap pagi karena aku gamau lihat Ibu makin sedih kalo anaknya bunuh diri. Cuma itu, tapi sepertinya mantra itu bekerja dengan baik. Emang bener kata orang, mau setua apapun dan sedewasa apapun kita, dimata Ibu kita ini tetep anak kecil yang harus disayang. 

Aku ga pernah berharap dibikinin energen sama mie goreng tiap pagi sebelum beraktifitas. Ya, simply karena aku masih bisa bikin sendiri. Tapi mungkin karena tiap pagi juga Ibu lihat aku kayak gitu terus jadi beliau punya inisiatif buat masakin anaknya. Selama ini aku udah banyak bikin Ibu kecewa, aku gamau lihat Ibu tambah kecewa karena anaknya mati duluan, bunuh diri lagi. Aku gamau lihat Ibu berhenti senyum dan jadi murung tiap hari. 

Udah ah, kayaknya sekarang blog ini lebih pantes jadi catatan kematian daripada ladang puisi. 
/1/
Hanya arah yang tak bisa dibaca angin 
Enyah menyusup sela-sela jari
Lalu lenyap, kemudian senyap
Perlahan menjadi butir-butir kesedihan
Mengembun diantara kecupan selamat malam
Entah pulang, entah pergi



/2/
Pintu-pintu kota sengaja dibuka
Langit malam berjaga sambil bercerita
Embun jatuh terluka hingga membasahi
Akar kamboja disekitar komplek merah
Subuh terakhir yang menjadi saksi perjalanan
Elegi yang tak pernah disudahi


Kauman, Juni Tahun Corona
Kali ini mau ngomongin passion. Sebenernya, passion itu apa sih? Kok sampe ada istilah "bekerja dengan passion" segala? Bahkan sampe sekarang aku masih ga ngerti maksud orang ngomongin passion itu sebenernya apa. Tapi aku yakin semua orang pasti punya pendapat masing-masing soal passion. Dan disini, aku mau ngomongin pendapatku (bukan pendapatanku ya, hehe. Apasih garing) 

Dari zaman kuliah sampe jadi pengangguran aku selalu dengerin temen-temen disekitarku pada ngebahas soal passion. Bahkan hampir tiap nongkrong, kayaknya. Kata mereka, kita itu kalo kerja harus sesuai sama passion kita biar bisa menjiwai. Mohon maaf nih bang, lu kerja nyari duit apa nyari pencerahan? 

Pernah denger istilah "kerjakan apa yang kamu cintai, cintai apa yang kamu kerjakan"? Kalo belom ya ini aku kasih tau biar pernah. Istilah ini kalo menurutku ya kalo kamu suka sama sesuatu 'dan' itu menghasilkan ya jalanin aja. Senengnya dapet, duitnya juga dapet, ya kan? Tapi gimana kalo kita gabisa ngelakuin apa yang kita senangi? Atau mungkin yang kita senangi itu gabisa menghasilkan uang buat kita? Malah justru bikin boros. Tenang sodara-sodara, masih ada opsi kedua. Ya apa yang kita kerjakan sekarang itu yg harus kita senangi. Kenapa? Ya biar kita tambah semangat lah buat mengerjakan hal tersebut. Nah penjelasan ini yang menurutku jadi definisi dari kata 'pesyen'. Kalo ga jelas ya maap hehe

Apalagi jaman sekarang kalo mau ngomongin passion dan jadi terlalu idealis ya mau makan apa? Kecuali situ inovatif dan bisa menginspirasi. Tapi kan nggak semua orang punya keistimewaan dan kapasitas seperti itu. Makanya kalo aku bilang ya passion itu "sesuatu yang kita kerjakan, kita senangi dan mendatangkan uang sekaligus kesenangan serta kepuasan batin". Halah, ngomong apa aku ini. Udahlah jangan panjang-panjang, gaada yang penting disini
Ditengah kerumunan aku sendiri
Dikeramaian aku sepi
Hanya ada aku, haru, sendu, dan rindu
Aku menangis melihatmu tertawa
Kau tertawa melihatku menangis
Written By Yus. Powered by Blogger.