Teluk Ijo, Secuil Surga Dibalik Belantara

/
0 Comments
Akhirnya, setelah beberapa bulan vakum dari kegiatan blogging, saya punya kesempatan lagi untuk menulis. Ini pertama kalinya saya mengulas obyek wisata. Dan saya akan mengulas keindahan pantai selatan banyuwangi. Banyak orang yang mungkin belum tahu, apa aja sih yang ada di Banyuwangi? Banyuwangi sebenarnya memiliki beragam tempat wisata yang tak kalah menarik dengan Yogyakarta, atau Bali. Di Banyuwangi ada banyak pantai, karena letak geografisnya yang berada di semenanjung Blambangan. Ada pantai Sukamade, Teluk Hijau atau yang lebih dikenal dengan Green Bay, Pulau Merah, Pantai Rajegwesi, Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Alas Purwo dengan Pantai Plengkungnya atau G-land, Pantai Boom, Pulau Tabuhan, dan yang paling sering dikunjungi yaitu Kawah Ijen.
Hari ini saya mengunjungi Teluk Hijau atau yang lebih populer dengan istilah Green Bay. Teluk Hijau sendiri terletak di Taman Nasional Meru Betiri. Dari Banyuwangi kota saya menempuh perjalanan sekitar 74 KM selama 3 jam. Semula jalan masih mulus ketika melalui perkebunan milik PTPN (PT Perkebunan Nusantara), tapi setelah melalui kebun karet, jalan yang dilalui cukup sulit hingga tempat tujuan. Saya sarankan jika anda hendak ke Teluk Hijau, lebih baik menggunakan mobil jeep atau motor trail. Karena medan yang dilalui cukup sulit dan berlumpur. Setelah tiba di gardu pos, saya diminta untuk membeli tiket masuk TN Meru Betiri sebesar Rp 7.500,-. Dari gardu pos hingga tempat parkir, jalan semakin sempit dan berbatu. Setelah tiba di tempat parkir, jangan harap anda bisa langsung melihat hamparan pasir putih bersih dan air laut berwarna hijau. Untuk mencapai teluk hijau, anda memiliki dua opsi. Pertama, naik perahu selama 10 menit dengan biaya Rp 25.000,- saat peak season. Atau, jika anda ingin sedikit berhemat sembari menikmati pemandangan hutan yang masih asri, anda dapat memilih rute jalan kaki sejauh 2 KM. Tapi, bagi anda yang jarang berolahraga dan berjalan jauh, mungkin anda akan merasa pegal-pegal. Pastikan saat anda memilih untuk berjalan kaki, sandal atau sepatu yang anda gunakan benar-benar memiliki daya cengkram yang kuat. Karena medan yang dilalui cukup sempit dan berlumpur. Apalagi jika hari sebelumnya terguyur hujan. Bisa jadi anda tergelincir. Setelah berjalan kaki sejauh 2 KM, anda akan melihat hamparan pantai karang berbatu. Apakah saya sudah sampai di teluk hijau? Belum. Meskipun pantai batu ini tidak sama dengan teluk hijau, namun pantai ini tidak kalah indahnya dengan teluk hijau. Dijamin, setelah anda melihat hamparan batu putih bersih dan laut yang bening, capek yang anda rasakan hilang seketika. Tempat ini biasa dijadikan tempat singgah sebelum menuju teluk hijau. Tidak sedikit wisatawan yang berfoto diatas karang. Setelah puas memandang batuan putih disepanjang pantai, kini saatnya untuk berjalan kearah tebing di sebelah barat. Dibalik tebing itulah teluk hijau berada. Pasirnya yang putih dan air lautnya yang bening membuat semua orang yang ada disana enggan untuk beranjak. Disini anda dapat bermain air, berenang, atau hanya sekedar berfoto. Setelah puas bermain air, waktunya membersihkan diri di air terjun tak jauh dari pantai. Disini anda dapat menyaksikan langsung pertemuan antara air tawar dengan air laut. Apabila anda takut tenggelam, jangan khawatir, disana terdapat penyewaan ban. Harga yang dipatok sekitar Rp 5.000,- .. Apabila anda membawa bekal, jangan membuang sampah sembarangan ya. Sudah ada slogan dipapan yang terpasang ketika anda memasuki kawasan pantai, "do not leave anything but footprint, do not take anything but picture". Setelah puas bermain di pantai, waktunya untuk kembali. Jika anda memiliki fisik yang tangguh, tidak ada salahnya jika anda kembali memilih rute jalan kaki. Tapi jika anda sudah lelah, tidak ada salahnya juga mencoba mengendarai perahu sembari menikmati ombak samudra hindia dan memandangi tebing. Apabila anda lapar, ditempat parkir banyak penduduk sekitar yang membuka warung. Memang, harga yang ditawarkan lebih mahal daripada warung pada umumnya, tapi jika anda sudah kelaparan dan membawa uang saku lebih tidak ada salahnya mencoba kuliner setempat. Sekian.


You may also like

No comments:

Written By Yus. Powered by Blogger.