Ratap Hamba Kepada Tuannya

Siapalah aku Apa hebatku Sekuat apa diriku Tetaplah seorang hamba Aku hanya butiran pasir di gurun tandus Yang terbang tersapu angin Terhanyut dalam pusaran dosa Menjelma jadi makhluk hina Tak peduli sekuat apa aku Tak ku hirau sehebat apa diriku

Continue Reading...

Amor Es Mentira

Kau kira aku apa Seenaknya datang lalu pergi Kembali lagi sesukamu Lalu menghilang tanpa jejak Aku bukan haltemu Bukan juga mainan Aku masih punya hati Walaupun sudah terserak dan tertiup angin Jika menurutmu air mata itu hiburan bagimu Pergi sajalah

Continue Reading...

Sajak Jorok

Datang dan pergi sesukamu Bagai jelangkung yang tak pernah diundang Hadirmu selalu mengganggu Bagai parasit yang menempel pada inang Wujudmu pun menjijikkan Bagai lendir hidup yang siap memangsa tiba-tiba Menggelayut jumawa diantara langit-langit Kau datang lalu mengganggu Sebelum kemudian, pergi

Continue Reading...

Perempuan Pagi

Pagi itu, langit masih merah, bahkan fajar belum menampakkan sosoknya yang gagah dalam aroma jingga. Tapi, ia datang, dengan mata sembap dan berurai air mata menghiasi mukanya yang penuh ekspresi putus asa bercampur kecewa. Aku mempersilahkannya masuk, menyuruhnya duduk dan

Continue Reading...

Malam Yang Panjang

Aku masih termenung diujung jendela, memikirkan kata-katanya barusan. Entahlah, saat ini aku tak mampu berpikir jernih, dan aku memang sedang tak ingin berpikir. Apapun itu, biarkan aku menikmati hujan yang singgah di bingkai jendelaku. Tiba-tiba dia datang dari belakangku, memegang

Continue Reading...

Malam Sebelumnya

Aku tidak mengingat apa-apa lagi tentang itu. Yang kuingat hanya, waktu itu hujan, dan kopiku masih panas. Lalu, tiba-tiba kepalaku sakit dan semua menjadi gelap seketika, dan aku memilih untuk duduk di teras kesayanganku. Entahlah, semua kisah abstrak ini membuatku

Continue Reading...

Written By Yus. Powered by Blogger.