Malam Sebelumnya

/
0 Comments
Aku tidak mengingat apa-apa lagi tentang itu. Yang kuingat hanya, waktu itu hujan, dan kopiku masih panas. Lalu, tiba-tiba kepalaku sakit dan semua menjadi gelap seketika, dan aku memilih untuk duduk di teras kesayanganku. Entahlah, semua kisah abstrak ini membuatku lelah, seolah hidupku adalah sinetron tak berujung yang episodenya bisa mencapai tiga digit.

Dia menghampiriku, lalu tiba-tiba saja menciumku hingga aku sesak. Entah apa maksudnya, tapi aku menikmatinya. Kadang aku bingung sendiri, mengapa aku mau. Padahal belum tentu ia melakukannya karena benar-benar mencintaiku, dan aku sangat tahu itu. Ya Ampun, sebodoh inikah diriku? Merelakan bibirku dilumat oleh laki-laki yang bahkan hatinya tak pernah disisakan untukku walaupun hanya sepetak.

Setelah ia selesai dan memberiku beberapa jarak, semua kembali diam. Hanya hujan dan gemuruhnya yang berbicara memenuhi langit, sisanya memilih sunyi. Sampai kapan aku terus menjadi pemuas nafsunya yang hina, menjadi boneka bernyawa hanya karena aku menginginkannya. Sedangkan ia, sedetikpun tak pernah berpikir bahwa aku menyukainya, bukan, aku sudah jatuh cinta padanya. Semua yang ada padanya, aku suka. Entah itu dengkurannya, suara baritonnya, bahkan aku suka caranya tersenyum sambil menahan kentut, entah bagaimana caranya.

Sungguh, aku menikmati setiap detik kebersamaan ini, setiap dosa yang kami ukir dilangit gelap, setiap kisah yang kami tulis di bilik 3x4 meter itu, semuanya. Tapi aku hampa, kosong. Karena aku tahu, hatinya tak akan pernah ia berikan untukku. Tiba-tiba, aku merasakan ada yang hangat dimataku, sesuatu yang menggenang dan akhirnya linang ke pipiku, aku menangis? Entahlah, lalu aku menatapnya nanar sambil berkata,

"Jadi, selama ini kau anggap aku apa?"
Dia terdiam, "Maaf", jawabnya lirih.

"Aku ini bukan mainan", kataku setengah berteriak. Air mataku tak terbendung lagi. Aku berbalik dan berlari keluar secepat mungkin, berharap tangisku luruh dibawah hujan.

"Maaf", bisiknya sekali lagi.

-Dosa Tengah Malam


You may also like

No comments:

Written By Yus. Powered by Blogger.