Malam Yang Panjang #2

Malam itu, tiba-tiba terasa begitu asing, begitu pekat. Entah, tapi seperti ada yang memancarkan aura aneh ini, begitu kuat. Kami duduk berdekatan, tapi aku merasa ia sangat jauh. "Kau kenapa? Kok, tiba-tiba begini", tanyanya memecah sunyi. "Aku tak apa. Memang

Continue Reading...

Diujung Bingkai

Hujan masih setia membasahi malam sepiku, membuat para pemimpi bersandar pasrah pada jemari lelap panjang. Sedangkan bayanganku masih setia menemaniku berdiri diujung bingkai basah, mendekap semua resah yang kau ciptakan lewat kata. Aku lemas, bertumpu seadanya pada sebuah ujung disana.   Seakan

Continue Reading...

Masih Seperti Biasa

Malam ini masih samaSunyi, sepi dan sendiriAku tak tahu harus kemana lagiTerus berlari dalam ketidak pastianAtau kembali, kedalam gelap tanpa ujung Malam ini masih seperti biasaAku berdongeng kepada bintangTentang kisahmuTentang doaku Semoga, jika kau kelak memandang bintang yang samaAkan kau

Continue Reading...

Benci!

Aku membencimu Sungguh aku sangat membencimu Dengan mudahnya kau lakukan itu semua Seakan tak berdosa setelahnya Bagaimana aku tak membencimu Semudah itu kau membuatku terjatuh Mengempas jauh dalam dekapmu Melahirkan sebuah kata bernama nyaman Bagaimana aku tak membencimu Bila akhirnya

Continue Reading...

Kisah Malam Ini

Malam ini, aku hanya memilih untuk duduk di teras, ditemani kopi favoritku. Menerawang jauh kearah rasi orion di atas sana. Kira-kira, apa yang sedang ia lakukan disana sekarang, gumamku. Sebenarnya, aku ingin bertanya langsung tentang kabarnya, dan apa yang ia

Continue Reading...

Tentang Lupa

"Ma, lupa itu sebenarnya apa?" Mama memandangku seraya tersenyum, lalu menjawab, "Lupa itu ketika kamu mampu mengingat semua kejadian itu dengan jelas, tanpa ada rasa sakit yang tersisa. Dalam kasusmu, itu definisi lupa yang tepat, Ndi", lalu Mama kembali lagi asyik

Continue Reading...

Tuhan Bernama Kopi

Jangan pernah salahkan kopi, jika pada akhirnya kau dapati tiba-tiba kuberpuisi darinya Kau tahu, sayang, ia adalah penyair terbaik Diamnya selalu bermakna, pahitnya selalu berharga, bahkan aromanya punya irama Ia hidup! Sungguh, kau tak akan pernah paham, bagaimana setiap tetesnya

Continue Reading...

Balada Pisang Goreng

Hadirmu menghangatkan malamku Sepi tak bertuan disunyi yang senyapMenatap hampa ke angkasa malam Temani kopiku yang mulai dingin Bersama dengan khayalku yang laluLain kali ajak kawanmuAgar lengkap kau temani menungku -Piring Plastik

Continue Reading...

Surat Untuk Hujan

Dear hujan, Kenapa malam ini kau tak datang Padahal aku sudah menunggumu sedari tadi Mendungmu saja sudah membuatku bertingkah Gelap menawan dilangit kota Dear hujan, Kenapa malam ini kau tak datang Seharian sudah aku menatimu Menunggu tetesmu menyentuh bumi Membuat

Continue Reading...

Kopi Rindu

Selarut ini, hanya kau yang masih setia Terjaga bersama khayalku Sungguh, aku sadar Dibalik pahitmu tersimpan berlapis rasa Berirama menjalin cerita Sebuah nestapa milik anak manusia Bahwa harummu yang memikat Melayangkanku jauh ke nirwana Sebelum kelak, saat aku terjaga Jatuhku

Continue Reading...

Pelangi Kelabu

Lembut sapamu mengalun merdu Menatap asa disenja yang merah Menghirup aroma lelah yang basah Sisa resah dari mimpi yang terbuang Dikeheningan kupandang lamat Bingkai mata sebening telaga Bayangan rindu yang resah berserak Menyusun keping diatas jelaga Aku pupus oleh waktu Lenyap

Continue Reading...

Dan Hening Bernyanyi Dalam Lelapmu

Aku adalah sebuah pagi dalam rongga sepimu yang kau tatap cemas Menopang bahu kecilmu tegak Agar kelak kau tak terhempas Dan jatuh dalam sebuah resah Aku adalah selimut rindumu Menjagamu dalam kegelapan Mendongeng indah untukmu dalam sepi yang sunyi Agar

Continue Reading...

Written By Yus. Powered by Blogger.